Kamis, 12 Juni 2014

Pahlawan Kecil Bernaung Masa Kini

      Di sela-sela Kota terlihat samar-samar tak pandang peduli dengan sosok itu. Dengan ditemani lalat-lalat dan bau yang tidak sedap. Acuh tak acuh sikap kita terhadap orang ini, acapkali kita melihat merendahkan dari apa saja yang menjadi apa yang ada di bagiannya. Hidup tinggal bersama sebuah gubuk hasil sisa-sisa barang bekas dan beralaskan seadanya. Dimana tempat yang ia rasa cukup nyaman untuk menghelakan lelah untuk hari esok yang penuh pikulan. Ya! Dia adalah "Petugas Kebersihan" atau yang biasa kita disebut "Tukang Sampah"..

Dengan dia tertatih mendorong gerobaknya yang sangat berat berisikan segunung sampah menuju sebuah truk sampah yang berada diujung jalan.Dengan apa yang ada di benak dia dan apa yang berkumpul jadi impiannya terkubur dalam hatinya dalam suatu hal Penyesalan. Karena kisah masa lalu suatu pendidikan yang sama sekali tidak dirasakannya pada saat itu,, Dalam hatinya menangis tapi air mata itu tidak bergelinang di pipinya. Itu hanya sebuah penyesalan dan tidak Bisa diratapi, yang dia punya saat ini adalah tekad dan sebuah tenaga yang dapat dihargai,, Tidak lebih adalah pilihan menjadi Tukang Sampah. Mereka memang tidak mau seperti ini!!! tapi apa daya sebuah arus kuat membawanya sampai disini menjadi Pahlawan Kecil Bernaung Masa Kini ada di sekitar kita,, 

Tidak lebih halnya dari Professor, Insinyur. Tidak lebih dari orang yang berkualitas yang mengenyam pendidikan. Tapi ini satu jiwa dalam raga yang berbeda. Mereka yang sering kali kita rendahkan tidak lain adalah Pahlawan Kecil yang berdampak besar bagi lingkungan kita.Yang terbesit dalam pikiran saya adalah sebuah pertanyaan dalam suatu konotasi jika tidak ada Petugas Kebersihan
  • Apa yang terjadi jika tidak ada Petugas Kebersihan di Lingkungan kita?
  • Apa yang akan terjadi dengan sampah-sampah yang bertumpukan di jalanan atau di sebuah kotak-kotak yang berisikan setumpuk sampah?
  • Apa kita pernah merasa dengan apa yang dia dapatkan dan yang kita dapatkan sangat berbeda jauh dari sebuah angannya?
  • Apa jadinya jika sebuah negara yang besar tidak lebihnya dari sebuah onggokan sampah yang berserakan dimana-dimana?
  • Apa yang kamu pikirkan seandainya kita menjadi dia!Mampukah kita?
Mereka memang berlandaskan orang -orang yang tidak dianyam dalam sebuah cerita berkelas,tapi mereka berlandaskan sebuah kerendahan dalam hati mereka, yang memiliki toleransi terhadap sesamanya, Apa yang kita pikirkan? kita hanya menganggap dia itu hanya sekedar Tukang Sampah. Mengapa di negara kita terlalu berpikiran wah dalam hal yang berkelas yang ujungnya tidak berdampak dalam apapun.Kita bisa melihat dari hal yang terkecil dahulu yang berdampak besar dalam sebuah kehidupan real. Belajar menghargai pribadi yang tidak bisa dihargai. Dalam kehidupan kita, kita cuma hanya bisa mengeluh-mengeluh dan tidak mensyukuri apa yangada dalam hidup kita. Cukup kita menghargai bagian terkecil dalam sekitar kita, kita dapat jadikan itu sebagai makna dalam kehidupan seperti contohnya membuang sampah di tempatnya.

Sampah merupakan hal dari suatu terkecil yang berdampak besar di dunia. Sampah merupakan musuh terbesar dalam jagat raya. Pahlawan kecil mulai bergiat untuk membasmi musuh yang ada di setiap lingkungan masing-masing. "Jadilah Pahlawan Kecil yang Bernaung pada Masa Kini" untuk menjadi berkat dan berdampak pada ruang lingkup yang lebih besar.

Salam  Vani  :)